PROGRAM WEBINAR RISE! 1.0 BUSINESS 101: Learning to Unlearn EP05 Milenial Petinggi BUMN dalam Menanamkan Mindset Investasi dan Entrepreneurship untuk Masa Depan Iklim Investasi di Indonesia

Program RISE! 1.0 | Business 101: Learning to Unlearn Episode ke-5 dengan tema Milenial Petinggi BUMN dalam Menanamkan Mindset Investasi dan Entrepreneurship untuk Masa Depan Iklim Investasi di Indonesia Agar Membaik Setelah Pandemi yang di pelopori oleh Universitas Gajah Mada (UGM) melalui UGM STP, Innovative Academy, PT. Gama Inovasi Berdikari, GMUM, dan Swaragama serta Jogja Family sebagai exclusive media partner kembali hadir mengawali minggu pertama pada bulan Juli 2020. Mengingat  filosofi dari program RISE ! 1.0 yatu Resilience, Integrity, Scale Up, dan Entrepreneurial Mindset yang mana entrepreneurial mindset merupakan topik utama pada Zoominar kali ini, dikemas dengan sangat luar biasa dan dihadiri oleh lebih dari 400 peserta.


Bersama narasumber utama yang merupakan wakil dari generasi milenial, yaitu Septian Hario Seto selaku Deputi Bidang Investasi dan Koordinasi Pertambangan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi serta menjadi Komisaris Bank Negara Indonesia (BNI). Sosok Septian Hario Seto kini menjadi parameter generasi muda terutama kaum milenial untuk meraih sukses di usia muda. Merujuk data statistik hasil Riset PPA dan BPS, tahun 2018 penduduk dengan generasi milenial berjumlah 88 Juta Jiwa (33,75% dari total penduduk di Indonesia). Diperkirakan jumlahnya akan semakin meningkat dan mendominasi pada tahun 2030. Generasi milenial dipersiapkan dengan lebih integrity oleh Universitas Gajah Mada (UGM) melalui program inkubasinya yaitu Innovative Academy dan akslerasi oleh PT Gama Inovasi Berdikari (GIB) untuk melanjutkan tonggak kepemimpinan dan kewirausahaan di masa mendatang.


Pandemi covid-19 menyebabkan perubahan pada fundamental bisnis dan investasi serta struktur ekonomi. Adanya penurunan devisa di berbagai sektor terutama pariwisata dan ekspor komoditas seperti tambang dan kelapa sawit menyebabkan pergeseran pada trade value of service yang lebih meningkat. Septian menambahkan, desain pemulihan ekonomi yang dirancang oleh pemerintah dengan menggelontorkan dana APBN sebesar Rp 695 Trillyun yang di alokasikan untuk kesehatan, perlindungan sosial, intensif usaha, UMKM, perusahaan besar serta Sektoral dan Pemda sebagai stimulun investasi padat karya. Jika hal ini tidak dilakukan, implikasinya akan terjadi padat modal atau investasi mesin berupa robot sebagai pengganti tenaga manusia seperti China dan Korea Utara.


 Perkembangan digitalisasi di era pandemi covid-19 terbukti sangat cepat, terbukti dengan adanya peningkatan 1 Juta UMKM yang terdaftar di e-commerce dalam waktu 2-3 bulan. Artinya Indonesia memiliki peluang dalam perkembangan ekonomi digital terutama di Negara ASEAN. Market size Google bertumbuh dari $32 Miliyar pada tahun 2016 menjadi $100 Miliyar pada tahun 2019 dengan menarik 267 Juta Jiwa dan 90% diantaranya berusia dibawah 35 tahun. Banyak dari start-up pada pasar global yang mengincar Indonesia karena dinilai memiliki potensi yang sangat besar, untuk itu penerapkan ekosistem digital di kampus, penetrasi akses internet dan regulasi sisi daerah harus menjadi kondusif sehingga Indonesia mampu menghadapi persaingan ini.


Aruna merupakan satu start-up dibidang maritim, menjual seafood secara ekspor. Berawal dari revenue Rp 1-2 Miliyar per bulan menjadi lebih dari Rp 20 Miliyar, Aruna menawarkan value proportion berupa inovasi distruptif. “Hal yang dibutuhkan oleh start-up di Indonesia adalah value proportion, eksekusi dari manajemen yang solid, dan disiplin dalam penggunaan modal”, ujar Septian dalam menutup Zoominar pada malam hari ini.


Dalam kesempatan ini, moderator Eddy Junarsin juga ikut melontarkan pertanyaan kepada salah satu wakil rakyat terkait upaya pemerintah dalam mengembangkan start-up. “Saya rasa, pemerintah tidak perlu eksesif atau berlebihan dalam mengatur start-up karena boleh jadi start-up yang lebih tau. Kami mencoba menjaga daya saing agar potensi dalam negeri yang lebih optimal seperti payment system maupun payment gateway. Selain itu kami juga menurunkan limited pada bea cukai menjadi dibawah Rp 100 Ribu. Pada seat funding, venture capital masih banyak tetapi pada seri setelahnya mungkin dipegang oleh asing dan saya yakin meskipun saham founder kecil tetapi dalam shareholder agreement keputusan strategis pasti dipegang oleh founder.